Dia berlari kembali, memunguti rasa cinta yang telah mati......Dia berdiri kembali, mematung dalam kenagkuhan abadi, lalu dia datang kembali meneriaki hati yang tak untuknya lagi, lalu dia terbagun kembali, taanpa da rindu di haati...lalu dia datang kembali...menawarkan sisa rasa yang telah basi......Arwanggeni, begitukah nasib dituliskan????Bahwa antara aku dan rasa, terjebak dalam keangkuhaaan.....yang panjang...tidak berselang...
Maka selamat tinggal, kita mencari jalan kita masing..masing...aku dna kepedihanku...kamu dan kesombonganmu....Mari kita berpisah,menag kita dua hati taanpa ikatan janji, maka biarkan saja kita berpisah...aku, kamu...akan abadi dalam waktu......
Its....a year ago....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar