Apakah ini pantas, tiba-tiba hatiku terbakar. Amarah ataukah terluka, engkau memiliki lain dunia. Ini adalah rasa yang entah, mengertipun aku tidak. Siapakah aku bagimu, berani-beraninya memiliki rindu. Padahal aku bagimu hanyalah angin, dibutuhkan, namun hanya sepintas lalu. Apakah ini pantas, berseteru dengan hatiku, antara bertahan dan menyerang. Agresif pada satu waktu, namun defensive pada waktu yang lain. Mengertilah kiranya aku bahwa ini adalah sebuah permainan konyol, bukan hanya antara kita, juga antara waktu, rindu dan setitik rasa. Engkau bermain dengan segala umpama-umpama. Aku bermain dengan segala umpama-umpama. Takjub namun gugup. Tak akan pernah pada tempatnya.
Sampaikah pada engkau, tentang apakah ini pantas, rasa terbakar ataukah amarah ataukah terluka. Huh….siapakah aku ini, berani-beraninya merasa memiliki. Siapakah engkau yang berdiri tak tangguh di awang-awang. Memandangku dalam diam. Menahan remuk redam.
Ruang Pelayanan, 2 Juni 2009
NB: Wah….segala kok jadi tidak pada tempatnya begini sich…padahal kan lagi belajar ikhlas, nrimo, Lillah….he2…..uangel temen.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar